Sabtu, 28 Juli 2012

peningkatan Kualitas Pembelajaran Sejarah Menggunakan Metode Ceramah Dengan Media Audio Visual



 Abstrak :

Pengajaran dengan menggunakan metode ceramah sering mengalami masalah terutama berkaitan dengan sifatnya yang monoton dan membuat peserta didik merasa bosan. Namun metode ceramah tetap merupakan metode yang tidak mungkin ditinggalkan dalam proses pembelajaran. Untuk itu perlu diupayakan improvisasi model pembelajaran ceramah agar lebih menarik dan menantang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model ceramah dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan media audio visual LCD. Secara detail penelitian ini juga ingin mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan model responsive action research. Metode penelitian ini meliputi planing, acting, observing, and reflecting, atau perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan pada  siswa SMP Al Muslim Tambun kelas 7. Penelitian ini untuk mengembangkan metode ceramah dengan menggunakan media audio visual LCD. Tindakan berupa pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang telah direncanakan. Sedangkan observasi sebagai langkah pengumpulan data selama tindakan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran yang telah dicapai. Refleksi merupakan tahap untuk melakukan evaluasi berdasarkan analisis data yang baru dilakukan, sehingga mempunyai kesimpulan seberapa besar peranan metode pembelajaran yang baru saja diterapkan, sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan apakah perbaikan pembelajarannya telah tercapai atau belum. Untuk mencapai taraf ideal penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, sehingga data-data yang didapatkan dapat semakin lengkap dan variatif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan : Pertama, bahwa pengembangan media audio visual-LCD telah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PKn di kelas 7 SMP Al Muslim Tambun. Peningkatan kualitas ini dapat dilihat dari segi proses maupun hasil pembelajaran. Secara umum mahasiswa lebih merasakan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual membuat mereka tidak cepat merasa bosan. siswapun sangat tertarik dengan pembelajaran ini karena banyak variasinya. Sedangkan bagi guru, bahwa penggunaan media audio visual sangat membantu dalam mengurangi penjelasan verbalis melalui ceramah. Dengan menayangkan materi  melalui media audio visual, siswa mampu memahami lebih cepat dan lebih menarik materi yang pelajari. Kedua Dari segi hasil pembelajaran, menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media audio visual mampu membawa pembelajaran mencapai hasil prestasi yang cukup menggembirakan. Fakta ini dapat dilihat dari nilai tes siklus I, II, dan III dalam pelaksanaan tindakan. Rerata postest skor I adalah 8,6, Postest II 8,5 dan postest III 8,9. Rerata kenaikan nilai dalam dari pretest dan postest siklus I adalah 3,6 untuk setiap mahasiswa, sedangkan dalam siklus III rerata kenaikan nilai mereka adalah 4,7. Nilai dalam tes hanya sebagai salah satu indikator yang tidak bisa digunakan secara mutlak sebagai acuan keberhasilan pembelajaran. Ketiga, Penggunaan media audio visual –LCD dalam pembelajaran PKn  juga berhasil meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn. Dengan dikaitkannya topik pembelajaran dengan film atau gambar-gambar  melalui media audio visual, siswa mampu menangkap penjelasan guru tidak sekedar verbalis yang hanya menggambarkan dengan kata-kata, tetapi mampu merangsang siswa untuk melakukan analisis sendiri terhadap topik yang sedang mereka pelajari.  

Bentuk Penyajian Materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  Dengan Menggunakan Ruang Multimedia
1.   Pembelajaran dengan menggunakan ruang  multimedia    
a.   Pengertian ruang dan multimedia
Ruang adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan kegiatan. Dalam hal ini adalah kegiatan pendidikan yaitu proses belajar mengajar.  Sedangkan multimedia berasal dari dua kata yaitu multi dan media, multi berarti beberapa dan media berarti sarana atau alat. Kata multimedia sendiri sebenarnya sudah ada sebelum komputer seperti saat ini dan lebih banyak di pakai di dunia hiburan seperti pementasan teater multimedia yang sudah ada sejak lama yaitu satu bentuk pementasan teater yang didukung oleh banyak alat bantu seperti pengeras suara, lampu panggung, gambar bergerak pada latar dan sebagainya ( Asa Briggs dan Peter Burke,2006:50 ). Di dunia home electronics juga di kenal televisi digital multimedia yang artinya televisi tersebut dapat mendukung penggunaan banyak alat seperti menerima masukan dari cd player, game player dan lain sebagainya. Masuk ke dunia komputer yang booming dengan embel embel multimedia ketika produk sound card, produk tv card, produk graphic card masuk sebagai perluasan fungsi komputer pada dekade 90-an. Saat itu komputer menjadi semakin fleksibel penggunaannya tidak hanya untuk melakukan kegiatan komputing seperti pada awal awal kehadiran komputer tetapi memiliki fungsi tambahan untuk memainkan lagu, menerima sinyal televisi, memainkan film dan sebagainya. Produk ini laku di pasaran dan saat ini semua device tambahan tersebut menjadi standar untuk semua produk komputer khususnya Personal Computer. Untuk produk produk server device tambahan tersebut hampir tidak digunakan.
Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi ( wikipedia.org.id ). Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.
Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.
b.   Fungsi ruang dan multimedia bagi pembelajaran
Ruang multimedia berfungsi untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang memerlukan alat-alat pembelajaran baik berupa audio maupun visual.
Menurut Eveline Siregar dan Dewi Salma dalam bukunya yang berjudul Mozaik Teknologi Pendidikan ( 2007 : 6 ) dikatakan bahwa fungsi media pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.   Fungsi AVA ( Audiovisual Aids atau Teaching Aids ) berfungsi untuk memberikan pengalaman yang konkret kepada siswa.
2.   Fungsi Komunikasi
Media berasal dari kata medium ( singular ) yang artinya “ in between “ ( di antara ). Jadi media berada di tengah ( di antara ) dua hal, yaitu yang menulis/membuat media ( dalam komunikasi disebut komunikator atau sumber/source ) dan orang yang menerima  ( membaca, melihat, mendengar) media ( dalam komunikasi disebut receiver, penerima, audience,  atau komunikan ) Media yang dibuat ( ditulis dalam bentuk modul dan lain-lain dibuat dalam bentuk film, slide, OHP dan sebagainya ) memuat pesan (message ) yang akan disampaikan ( ditransmisikan ) kepada penerima. Dalam komunikasi  tatap muka ( face to face communication ), pembicara ( komunikator ) langsung berhadapan dalam menyampaikan pesannya kepada penerima ( audience ), tanpa  adanya perantara ( medium ) yang digunakan. Dengan meletakkan  pesan yan ghendak disampaikan ke dalam suatu  format media tertentu ( buku, film, slide,  dan sebagainya ) yang dinamakan kegiatan encoding, maka komunikator tidak perlu lagi berhadapan langsung dengan pihak penerima. Komunikasi masih dapat berlangsung melalui  media tersebut. Si penerima perlu melakukan kegiatan decoding terhadap media yang dihadapkan kepadanya.
Inilah fungsi yang kedua dari media pembelajaran yaitu sebagai sarana komunikasui dan interaksi antara siswa dengan media tersebut, dan dengan demikian merupakan sumber belajar yang penting.
Sedangkan menurut Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas, yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk:
1.      memotivasi belajar peserta didik
2.      memperjelas informasi/pesan pengajaran
3.      memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
4.      memberi variasi pengajaran
5.      memperjelas struktur pengajaran.
Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran, sedangkan 83% lewat indera penglihatan. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar, namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar.
2.   Bentuk-bentuk penyajian materi dengan menggunakan ruang multimedia
Pada saat ini kita dihadapkan pada pilihan media yang banyak sekali. Berbagai usaha telah dilakkan utuk membagi-bagi media dalam klasifikasi kategori atau golongan tertentu, didasarkan pada kemampuannya, bentuk fisiknya, biaya dan sebagainya. Salah satu penggolongan media yang dilakukan oleh Schramm, misalnya adalah “ media besar “ dan “ media kecil “. Media besar memerlukan biaya investasi besar dan perlu digunakan secara meluas untuk mencapai skala ekonomis, dan media kecil adalah yang sederhana dan dapat dipakai secara lebih luwes.
Pengklasifikasian media berdasarkan ciri-ciri tertentu itu dikenal dengan sebutan taksonomi media. Karena pada dasarnya media pembelajaran yang banyak dipergunakan adalah media komunikasi, maka dallam pembahasan taksonomi ini dipakai taksonomi media komunikasi. Dasar taksonomi yang dipakai di sini adalah yang dibuat oleh Haney dan Ullmer ( 1981 ).
Menurut Haney dan Ulmer ada tiga kategori utama berbagai bentuk media pembelajaran itu. Pertama, media yang mampu menyajikan  informasi karena itu disebut media penyaji; kedua, media yang mengandung informasi dan disebut media objek; ketiga, media yang memungkinkan untuk berinteraksi, dan kerna itu disebut media interaktif ( Prof. Yusufhadi Miarso, 2005 : 462 ).
a.       Media Penyaji berbentuk antara lain :
1.      Kelompok satu : Grafis, Bahan cetak, dan Gambar diam
Ketiga bentuk media ini memang mempunyai perbedaan pokok, bahan cetak mempunyai simbol huruf dan angka, grafis di buat melalui proses gambar, dan gambar diam di buat melalui proses fotografi. Tetapi ketiganya dapat dikelompokkan menjadi satu karena mereka memakai bentuk penyajian yang sama, yaitu visual diam, dan kesemuanya memperagakan pesan yang disampaikan secara langsung.
2.      Kelompok dua : Media proyeksi diam
Kelompok ini meliputi film bingkai ( slides ), film rangkai ( filmstrip ) dan transparansi, termasuk dengan sarana proyeksi masing-masing ditambah dengan proyektor pantul ( opaque projector ) yang kadang-kadang digunakan beserta bahan-bahannya.
3.      Kelompok ketiga : Media audio
Media audio hanya menyalurkan dalam bentuk bunyi. Bahan audio yang paling umum dipakai dalam mengajar adalah rekaman dalam bentuk pita dan piringa hitam. Keduanya merupakan media yang mainkan kembali, dengan alat perekam yang menggunakan pita terbuka ( reel to reel ), atau kaset, sedang untuk mendengarkan piringan hitam ada berbagai macam cara gramofon yang tersedia.

4.      Kelompok keempat : Audio ditambah media visual diam
Media yang termasuk dalam kelompok ini biasanya merupakan kombinasi rekaman audio dan bahan-bahan visul diam Salah satu bentuk yang paling lazim adalah film rangkai suara, yang biasanya menggunakan rekaman yang disinkronisasikan dengan gambar pada film rangkai.
5.      Kelompok lima : Gambar hidup ( film )
Media presentasi yang oaking canggih adalah media yang dapat menyampaikan lima macam bentuk informasi : gambar, garis, simbol, suara dan gerakkan. Media itu adalah gambar hidup ( film ) dan televisi. Tetapi sungguhpun demikian tak semua jenis televisi dan film  dapat menyampaikan semua jenis informasi. Film bisu umpamanya, dengan sendirinya tidak dapat mengeluarkan suara.
6.      Kelompok keenam : Televisi
Televisi memang memberikan penyajian yang seruoa dengan film tetapi menggunakan proses elektronis dalam merekam, menyalurkan, dan memperagakan gambar. Jadi televisi mempunyai karakteristik produksi dan transmisi yang sangat berbeda dari film. Ada berbagai bentuk  televisi yaitu televisi untuk siaran, telivisi siaran terbatas, dan papan tulis jarak jauh ( telewriting ) yang kurang dikenal.
7.      Kelompok ketujuh : Multimedia
Oleh karena berbagai media dapat dikombinasikan dengan yang lain dalam berbagai cara, barangkali agak terlalu berlebihan untuk menamakan kelompok ini sebagai kelompok media tersendiri. Namun kita masih dapat mengenali beberapa sifat dasar dari sistem multimedia ini. Pengertian multimedia merujuk pada berbagai  bahan belajar yang membentuk  satu unit atau yang terpadu, dan yang dikombinasikan atau “ dipaketkan “ dalam bentuk modul dan disebut sebagai “ kit “, yang dapat digunakan  untuk belajar mandiri atau kelompok tanpa harus didampingi oleh guru.
b.      Media objek
Media objek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi tidak dalam bentuk penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seoerti ukuran beratnya, bentuknya, susunannya, warnanya, fungsinya, dan sebagainya. Media objek meliput dua kelompok, yaitu objek yang sebenarnya dan objek pengganti.
c.       Media interaktif
Karakteristik terpenting kelompok ini adalah bahwa siswa tidak hanya memperhatikan penyajian atau objek, tetapi dipaksa untuk berinteraksi selama mengikuti pelajaran. Paling sedikit ada tiga macam interaksi yang dapat diidentifikasi. Pada tingkat pertama siswa  berinteraksi dengan sebuah program, misalnya mengisi blanko pada teks yang terprogram. Tingkat berikutnya siswa berinteraksi dengan mesin, misalnya      mesin pembelajaran, simulator, laboratorium bahasa atau terminal komputer. Bentuk ketiga  media interaktif adalah yang mengatur  interaksi antarsiswa secara teratur tetapi tidak terprogram.
Adapun bentuk-bentuk penyajian yang digunakan oleh guru Pkn dalam menyamapaikan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan ruang multi media di SMA Mujahidin Pontianak adalah sebagai berikut :
1.   Aktivitas Guru
a.   Menyiapkan alat dan bahan untuk presentasi
Sebelum memulai pembelajaran, guru harus menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan ruang multimedia adalah sebagai berikut :
1.   Alat
a.   Komputer baik dalam bentuk PC ataupun Laptop
Komputer ataupun Laptop yang digunakan disini sebagai alat visual yang akan digunakan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam mempresentasikan materi yang akan disampaikan. Komputer yang tersedia di ruang multimedia adalah standar Pentium 4 yang telah terkoneksi dengan jaringan internet, yang memudahkan guru maupun siswa untuk melakukan browsing pada saat pembelajaran berlangsung.
 b.   LCD Proyektor
Adalah yang dihubungkan ke Komputer atau laptop dalam membantu siswa dan guru melakukan presentasi di depan kelas agar tampilan lebih jelas dan terang.
Di SMA Mujahidin untuk penyediaan sarana penunjang dalam pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia sebanyak 5 buah LCD Proyektor sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan baik di kelas maupun di ruang multimedia sendiri.
c.   Sound system
Suatu kelengkapan yang diperlukan untuk mendukung perangkat lunak yang berada di ruang multi media tersebut, seperti speaker dan mixing 
2.   Bahan
Bahan yang dimaksud di sini adalah bahan ajar yang digunakan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam menyampaikan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Sebelum guru Pendidikan Kewarganegaraan melakukan presentasi di depan kelas, siswa diberi berupa point of talks ( poin-poin penting yang akan disampaikan ) kepada siswa dalam bentuk slide-slide presentasi yang telah di download siswa melalui website SMA Mujahidin yaitu di www.smamujahidin-ptk.sch.id
b.   Guru mempresentasikan materi pembelajaran
Karena dalam materi yang akan disampaikan guru Pendidikan Kewarganegaraan ada dalam bentuk video dan artikel-artikel yang diambil dari internet, maka internet di ruang multimedia harus dalam keadaan online. Faktor aliran listrik yang stabil disini sangat menentukan proses pembelajaran akan berjalan dengan baik. Karena apabila listrik dalam keadaan mati maka internet tidak dapat online. Dan beberapa slide-slide yang telah dirancang khusus dengan menghyperlinkan materi tersebut ke internet tidak akan bisa ditampilkan. Terutama slide-slide yang menampilkan video yang diambil dari situs www.youtube.com.
c.   Memberikan tugas kepada siswa
Setelah semua slide-slide ditampilkan, maka pada akhir pelajaran guru Pendidikan Kewarganegaraan memberikan tugas kepada siswa dalam bentuk tugas individu maupun kelompok. Tugas-tugas tersebut sudah di upload oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan ke situs SMA Mujahidin dan siswa tinggal mengdownload tugas tersebut yang sudah dilengkapi dengan petunjuk pengerjaan dan deadline pengumpulan tugas yang nantiny akan dikumpulkan via email guru PKn.
2.   Aktivitas Siswa
a.   Memperhatikan dan mendengarkan presentasi guru
Pada saat guru menjelaskan setiap slide-slide materi, siswa harus memperhatikan dengan baik supaya apa yang disampaikan guru Pendidikan Kewarganegaraan dapat dipahami. Pembelajaran begitu sangat menarik perhatian siswa karena kombinasi presentasi yang dilakukan guru Pendidikan Kewarganegaraan sangat bervariasi. Penggunaan animasi dan effek-effek khusus, serta video pembelajaran yang membuat siswa memperhatikan pembelajaran tersebut dengan sunggug-sungguh.
b.   Bertanya terhadap materi yang tidak dimengerti
Materi-materi yang telah disampaikan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan akan ditanggapi oleh siswa dalam bentuk tanya jawab. Hasil dari diskusi ini yang nantinya akan disimpulkan bersama oleh guru dan siswa dan menjadi akhir dari pembelajaran.
c.   Mengerjakan tugas
Setelah guru menginformasikan bahwa tugas dapat didownload oleh siswa di situs SMA Mujahidin, maka untuk pertemuan selanjutnya tugas tersebut akan dipresentasikan oleh siswa dalam bentuk tugas kelompok. Sedangkan tugas individu dikerjakan secara individu dan dikirimkan via email guru Pendidikan Kewarganegaraan.
C.     Faktor Pendukung Dalam Menggunakan Ruang Multimedia
1.      Kemampuan guru
Kreativitas yang dimiliki oleh manusia sejak dilahirkan ke dunia suatu yang wajar. Demikian juga dengan guru, karena kreatvitasnya itu maka seseorang dapat mengaktualkan dirinya. Di sini terutama dalam penggunaan media pembelajaran PKn, mengingat peranan guru yang sangat besar dalam pembentukan sikap dan mental serta pengembangan intelektualitas anak yang dimilikinya.
Nanda Sudjana ( 1987 : 20 ) mengatakan bahwa kreativitas ”merupakan cara atau usaha mempertinggi atau mengoptimalkan kegiatan belajar siswa dalam proses pembelajaran ”. Pengaruh yang diberikan oleh guru dalam pendekatannya dengan siswa bisa saja lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki oleh orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh kesempatan untuk merangsang siswa dan kalau ingin menghambatnya lebih banyak dari orang tua siswa.
Penggunaan media oleh guru dalam proses pembelajaran, tentumya tidak terlepas dari bagaimana guru tersebut mengajar. Guru Pkn perlu memperhatikan pedoman datau falsafah dalam mengajar. Ini akan bermanfaat guna pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Samion AR ( 2001 : 4 ) menyatakan bahwa :
Falsafah mengajar yang harus diperhatikan oleh guru dalam menumbuhkan kreativitas siswa adalah :
a.       mengajar adalah sangat penting dan sangat menyenangkan
b.      siswa patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik
c.       siswa hendaknya menjadi pelajar yang aktif

Dengan memperhatikan pendapat di atas dan melaksanakan secara optimal, maka guru dalam penggunaan media juga harus memperhatikan hal-hal tersebut. Media yang dipergunakan sebagai alat bantu dapat saja menjadi pendorong bagi anak didik. Mempermudah untuk memahami materi yang disajikan. Pendorong agar para guru mempunyai daya kreativitas tinggi tentunya berpengaruh dengan cita-cita. Cita-cita disini merupakan pusat dari bermacam-macam kebutuhan, artinya kebutuhan-kebutuhan biasanya dipusat di sekitar cita-cita itu.
Guru PKn perlu mempunya cita-cita dalam perencanaan dan penggunaan media, kaena cita-cita di sini mampu memposisikan energi psikis untuk belajar memanfaatkan media dan juga dalam penggunaan pendidikan. Dalam pencapaian cita-cita tersebut guru perlu melakukan  langkah-langkah agar kreativitas  siswa dan pembelajaran dapat berhasil  guna. Upaya-upaya yang dilakukan  guru dalam  menciptakan kreativitas  anak adalah :
a.       Menetapkan bahan pembelajaran dan menyediakan media yang dipergunakan dalam proses pembelajaran
Bahan pembelajaran merupakan isi yang diberikan kepada siswa pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Bahan yang disajikan inilah mengantarkan siswa pada tujuan pengajaran. Salah satu cara untuk mempermudah  dalam pencapaian tujuan pengajaran tentunya menggunakan media yang mana media mempunyai keterkaitan dengan bahan yang disampaikan ( relevansi ) 
b.        Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar, tentunya mempunyai hubungan yang erat dengan materi pelajaran. Guru mempunyai keinginan supaya anak didiknya berkembang perlu dapat mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Dimana kegiatan itu dilakukan  oleh guru sebagai pendidik dan siswa sebagai penerima materi di dalam interaksinya dalam belajar mengajar.
Kegiatan belajar mengajar itu dihubungkan dengan cara guru menyampaikan materi pelajaran agar dapat dipahami oleh anak didik, dan anak atau siswa menerima materi yang disampaikan oleh guru tersebut. Perlu untuk diketahui bahwa kegiatan belajar siswa banyak dipengaruhi oleh kegiatan guru.
Dalam kaitannya dengan kreativitas Supriadi ( 1989 : 303 ) mengatakan ciri kehidupan sekolah yang kondusif untuk tumbuhnya kreativitas keilmuan adalah :
1.      memberikan peluang kepada siswa untuk mengekspresikan gagasan secara aman. Mengeluarkan pendapat merupakan suatu keinginan yang harus dihargai oleh guru, agar dalam membuat media pengajaran PKn tidak dimonopoli oleh guru bidang studi PKn. Siswa dilibatkan karena tujuan pembelajaran semuanya adalah untuk keberhasilan siswa
2.   menghargai prestasi siswa
3.   menghargai imajinasi siswa
4.   menghormati keunikan individu siswa
5.   menyediakan sumber-sumber informasi yang memadai untuk kebutuhan siswa
6.   mampu mengakomodasikan minat siswa yang beragam
7.   melatih kepekaan siswa

Kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapatnya harus dihargai dan bagaimana caranya agar siswa tersebut tidak merasa mempunyai kekurangan  dalam menumbuhkan kreativitasnya, dengan menggunakan media pembelajaran tentu saja diharapkan siswa mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat di dalam diri mereka. Seorang anak yang mempunyai kretaivitas tinggi tentunya berbeda dengan siswa yang mempunyai krativitas rendah.
Siswa yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Sedangkan siswa yang berkreativitas rendah terlihat kurang menanggapi permasalahan dalam pembelajaran. Siswa yang kurang kreativitas tidak akan bisa dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat tugas siswa tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.
Media pembelajaran sangat erat kaitannya dengan kreativitas anak, dan anak yang mempunyai kreativitas tentunya anak yang perkembangannya baik dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik pula dan mereka  tidak ingin mempermasalahkan berlarut-larut dan secepatnya diselesaikan.
Kreativitas yang merupakan kemampuan seseorang untuk mengaktualkan dirinya dalam pergaulan dan juga dalam pembelajaran di sekolah. Hal in yag diharapkan agar dengan adanya media pembelajaran atau dengan  menggunakan media pembelajaran anak dapat kreatif dan berkembang sesuai yang diinginkan. Adapun ciri-ciri  anak yang mempunyai kreativitas tinggi menurut Asep H. Hermawan ( 1997 : 50 ) :
a)      selalu ingin mengetahui sesuatu yang benar
b)      selalu ingin  mengubah sesuatu yang telah ada
c)      mencoba hal-hal yang baru
2.      Fasilitas sekolah
Untuk menunjang pembelajaran yang berbasis  media ini, faktor sarana atupun fasilitas sekolah sngatlah mendukung. Karena tanpa adanya fasilitas yang memadai mustahil pembelajaran yang menyenangkan itu akan tercapai. Di SMA Mujahidin sendiri untuk fasilitas media tidak menjadi hambatan, karena tersdianya fasilitas yang sangat lengkap untuk penunjang pembelajaran. Yaitu tersedianya satu ruang multi media yang isinya mencakup, Televisi 29 inchi, LCD Proyektor, Komputer PC, VCD/DVD, Sound system yang lengkap, serta terkonekinya internet ke ruangan tersebut.
Selain itu juga, kelengkapam komputer dalam bentuk laptop saat ini sudah mencapai sebanyak 9 buah dan LCD Proyektor sebanyak 5 buah, yang apabila ruang multimedia dipakai maka guru yang lain dapat menggunakan Laptop dan LCD Proyektor ke kelas.  Apalagi dalam waktu dekat ini akan dipasang hotspoot dan CCTV untuk kalangan SMA Mujahidin dan itu merupakan tugas SMA Mujahidin yang ditunjuk sebagai sekolah rintiasn Pusat Sumber Belajar( PSB ) Berbasis ICT oleh Direktorat.
3.   Daya serap siswa
Salah satu faktor yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan adalah metode mengajar yang digunakan oleh  guru dan media yang digunakan. Dengan tercapainya dua hal tersebut di atas maka transfer ilmu yang dilakukan kepada siswa juga akan lebih baik dan mudah. Siswa cenderung lebih cepat menerima pembelajaran dari sesuatu hal yang nyata. Dengan diajaknya siswa untuk belajar di ruang multimedia, maka guru dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam ruangan tersebut seperti internet, untuk dijadikan sumber belajar dan guru dapat memperagakan dan melihatkan secara langsung kejadian-kejadian nasional yang up to date  dibicarakan. Dengan demikian kemampuan siswa untuk menyerap pelajaran akan lebih cepat dan mudah.

D.    Faktor Penghambat Dalam Menggunakan Ruang Multimedia
1.      Sumber listrik
Jalur listrik yang tidak normal yang kadang hidup-mati seperti di Pontianak ini menjadi salah satu faktor penghambat guru yang sudah menyiapakan bahan tersebut. Di SMA Mujahidin sendiri saat ini sudah dilengkapi dengan Jenset yang bisa dipakai apabila listrik mati selain itu juga SMA Mujahidin memiliki 2 jalur aliran listrik yang berbeda. Apabila Jalur di ruang multimedia mati maka pembelajaran akan dilakukan di kelas dengan membawa perangkat LCD Proyektor dan laptop.
2.      Mengurangi jam belajar
Disini terjadi moving class, yaitu perpindahan dari kelas ke tempat belajar yang baru sesuai dengan pelajarannya, dalam hal ini adalah pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Perpindahan atau pergerakan siswa ke ruang multimedia ini rata-rata memerlukan waktu kurang lebih 15 menit dengan berbagai kondisi siswa pada saat itu. Berkurangnya waktu tersebut yang mengakibatkan pengefektifan waktu menjadi kurang maksimal.
Disini diperlukan sekali kedisiplinan siswa dan guru untuk mengefektifan waktu dalam pembelajaran supaya waktu yang tersedia cukup untuk melakukan proses belajar mengajar sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan oleh guru pendidikan kewarganegaraan.
3.   Penjadwalan pemakaian ruang multimedia
Saat ini ruang multimedia di SMA Mujahidin hanya ada satu ruang saja. Dimana di ruangan tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lengkap, seperti Komputer PC yang sudah terkoneksi dengan internet, sound system, TV, VCD/DVD, dan LCD Proyektor dan kipas angin sebanyak 7 buah yang cukup untuk mendinginkan ruangan tersebut.
Karena keterbatasan ruangan ini, terkadang penggunaan pun sering bertabrakan dengan mata pelajaran lain, sehingga bahan yang sudah disiapkan pun harus diganti dengan alternatif yang lain dan pembelajaran harus dilakukan di kelas kembali. Penjadwalan tidak dilakukan secara tertib oleh pihak sekolah sehingga ini yang bisa menghambat pembelajaran tersebut.
4.   Sumber dana
Untuk membangun dan menambah ruang multimedia yang baru, saat ini pihak sekolah masih terbatas dengan pendanaan. Karena masih banyak fasilitas-fasilitas lain yang harus dipenuhi sesuai dengan dana block grant ICT yang diterima dari Direktorat Jenderal Pendidikan Pusat seperti pemasangan Hotspoot dan CCTV. Untuk itulah pembangunan ruang multimedia belum ditambah lagi.


DAFTAR PUSTAKA



Arikunto Suharsismi, (1991), Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta : Rineka Cipta

A M Sadirman, (2003), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Abdul Gafur (1986). Disain instruksional: langkah sistematis penyusunan pola dasar kegiatan belajar mengajar. Sala: Tiga Serangkai.
Abdul Gafur (1987). Pengaruh strategi urutan penyampaian, umpan balik, dan keterampilan intelektual terhadap hasil belajar konsep. Jakarta : PAU - UT.

Ali Muhammad, (1987), Metodologi Research, Jakarta : Bina Aksara

Depdiknas (2003), Pedoman khusus pengembangan silabus dan penilaian kurikulum 2004, Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Depdiknas (2004), Kebijakan, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama
Direktorat Pendidikan Menengah Umum (2001). Kebijakan pendidikan menengah umum. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
Edwards, H. Cliford, et.all (1988). Planning, teaching, and evaluating: a competency approach. Chicago: Nelson-Hall.
Hall, Gene  E & Jones, H.L. (1976) Competency-based education: a  process for the improvement  of education. New Jersey: Englewood Cliffs, Inc. 
Joice, B, & Weil, M. (1980). Models of teaching. New Jersey: Englewood Cliffs, Publ.

Fathurrohman, Pupuh, Prof dan Sutikno, Sobry, M, M.Pd (2007), Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Refika Aditama

Hadi Sutrisno, (1981), Metodologi Research, Jilid 1 dan 2, Yogyakarta : CV. Rajawali

Miarso, Yusufhadi, Dr, Prof ( 2005 ), Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Kencana, Jakarta

Mulyasa E., M.Pd, (2007), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Suatu Panduan Praktis, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung

Nawawi Hadari, (1987), Metodologi Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta, Gajah Mada, Universitas Press

Rutherford, F. J.,  dan Ahlgren, A. (1990), Science for all Americans. New York: Oxford University Press

S Nasution, (1986), Didaktik Asas-asas Mengajar, Bandung : Jemmars

Suryabrata Sumadi, (1983),  Metodologi Penelitian, Jakarta : CV. Rajawali

Snedercop, George W S, (1974), Statixical Methode I, Ames USA, Lowa State University Press

Sudjana, Nana (1987), Dasar-Dasar Proses Belajar Menagajar, Sinar Baru Algensindo

Sudjanan, Nana dan Rivai, Ahmad, Drs., (1988), Teknologi Pembelajaran, Sinar Bandung

Siregar, Eveline ( 2005 ), Mozaik Teknologi Pendidikan, Kencana, Jakarta
Sanjaya Wina, ( 2005 ), Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Kencana, Jakarta  

STKIP-PGRI Pontianak.(2004). Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak, STKIP-PGRI Pontianak

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional ( SISDIKNAS ), Bandung, Citra Umbara

Young, Pauline V (1960), Scientific Social Survey and Research, Tokyo : Printice Hall Inc and Charles
Kata kunci: pendidikan

Eduocy_Blog

All About education

 

 

 

 

 

Sabtu, 12 Juni 2010

MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN PKN

1. Media Pembelajaran
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar. Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.
Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan guru untuk membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber balajar yang ada.
Beberapa pengertian media :
BRIGGS : Media = segala alat fisik yang dapat menyampaikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
AECT : Media = segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan / informasi.
GAGNE : Media = berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang merangsangnya untuk belajar
Media Pembelajaran segala sesuatu, baik fisik (hardware) maupun nonfisik (software), yang digunakan oleh guru untuk membantu meningkatkan penerimaan/ pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran.
Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.
Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru lebih berfubgsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam Kegiatan Belajar mengajar.
Untuk menyampaikan pesan pembelajaran dari guru kepada siswa, biasanya guru menggunakan alat bantu mengajar (teaching aids) berupa gambar, model, atau alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar, serta mempertinggi daya serap atau yang kita kenal sebagai alat bantu visual. Dengan berkembangnya teknologi pada pertengahan abad ke 20 guru juga menggunakan alat bantu audio visual dalam prose pembelajarannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari verbalisme yang mungkin terjadi jika hanya menggunakan alat bantu visual saja. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu anak dalam memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.

Penggunaan media dalam pembelajaran dapat mempermudah siswa dalam memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkrit. Hal ini sesuai dengan pendapat Jerome S Bruner bahwa siswa belajar melalui tiga tahapan yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Tahap enaktif yaitu tahap dimana siswa belajar dengan memanipulasi benda-benda konkrit. Tahap ikonik yaitu suatu tahap dimana siswa belajar dengan menggunakan gambar atau videotapes. Sementara tahap simbolik yaitu tahap dimana siswa belajar dengan menggunakan simbol-simbol. Prinsip tahapan pembelajaran dari Jerome S Bruner ini dapat kita terapkan dalam “Kerucut Pengalaman” atau “cone of experience” yang dikemukan Edgar Dale pada tahun 1946, seperti yang dapat kita lihat pada gambar berikut ini:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9wZarQQsMuWvI-7xVn9lKycwbe-FxK2r9lyrO-gKJEBoz3RfY2gTokVQ9yCSkt9_WXUK5v-jhyphenhyphenNW6V8_9AKqynEvd_bC1LG7k4IcwdCYXoKj1fCVGLef2AdbC0ToV2FsVz1cxJfCNM6Lh/s320/dalescone.gif


2. Karakteristik Media Pembelajaran
Secara umum ‘media’ (bentuk jamak dari ‘medium’) adalah “segala sesuatu yang membantu sampainya pesan dari pengirim kepada penerima” segala sesuatu fisik atau nonfisik, sudah ada (existing) atau buatan (artifak) membantu. Media bukan tujuan, hanya alat, salah memilih media dapat menyimpangkan pesan (distorsi / bias); terpaku pada media dapat mengaburkan pesan. Pesan segala sesuatu (pengetahuan, sikap, keterampilan) yang harus diterima / dimiliki oleh audiens (penerima pesan). Pengirim Seseorang / sekelompok orang yang menerima amanah/ mandat/perintah untuk menyampaikan pesan. Penerima Seseorang / sekelompok orang yang harus mengetahui/ melakukan sesuatu sesuai dengan isi pesan.
Pengertian Belajar : Belajar sebagai produk dan proses. Sebagai produk belajar adalah perubahan perilaku.Sebagai proses belajar adalah upaya-upaya untuk mengubah perilaku.Intinya adalah :
Ada upaya-upaya yang dilakukan secara sadar, bertujuan
Terjadi perubahan perilaku (termasuk pengetahuan, pemahaman, sikap)
 Arah perubahannya positif
3. Manfaat media pembelajaran
Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
a. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
b. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
c. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
d. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.

e. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.
f. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
g. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
h. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain.
4. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran menurut Heinich and Molenda (2005) yaitu:
a. Teks
Merupakan elemen dasar bagi menyampaikan suatu informasi yang mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi daya tarik dalam penyampaian informasi.

b. Media Audio
Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan membantu meningkatkan daya tarikan terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik, atau rekaman suara dan lainnya.
c. Media Visual Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, papan buletin dan lainnya
d. Media Proyeksi Gerak
Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV, video kaset (CD, VCD, atau DVD)
e. Benda-bendaTiruan/miniatur
Seperti benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
f. Manusia.
Termasuk di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.
5. Media Pembelajaran PKn
Pengertian media pembelajaran PKn adalah media yang terpilih dan cocok untuk pembelajaran PKn . Mata pelajaran PKn mempunyai misi membina nilai, moral, dan norma secara utuh bulat dan berkesinambungan.
Tujuan PKn adalah untuk membentuk watak warga negara yang baik, yaitu yang tahu, mau dan sadar akan hak dan kewajibannya
Untuk mencapai sasaran dan target tersebut, dalam pelaksanaan pembelajaran diperlukan penataan alat, bahan, dan sumber belajar agar dapat dilihat dan mudah digunakan oleh siswa. Sumber belajar dapat berupa media cetak, model, gambar-gambar, laporan, dan kliping. Media pembelajaran dalam PKn harus dapat menstimulus lahirnya proses pembelajaran yang aktif dan kreaktif. Dalam pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar PKn, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk media PKn, yaitu:
a. membawakan sesuatu atau sejumlah isi pesan harapan
b. memuat nilai atau moral kontras
c. diambil dari dunia kehidupan nyata
d. menarik minat dan perhatian siswa
e. terjangkau oleh kemampuan belajar siswa
6. Media-media yang Biasa digunakan dalam Proses Pembelajaran PKN
Merancang media pembelajaran PKn sangat tergantung dari jenis media yang digunakan. Di bawah ini diulas kembali jenis media yang dapat digunakan/dikembangkan dalam pembelajaran PKn, yaitu:
a. hal-hal yang bersifat visual, seperti bagan, matriks, gambar, data , dan lain-lain
b. hal-hal yang bersifat materiil, seperti model-model, benda contoh
c. gerak, sikap, dan perilaku, seperti simulasi, bermain peran, role playing
d. cerita, kasus yang mengundang dilema moral
Berkaitan dengan hal di atas, maka pembelajaran PKn dapat menggunakan berbagai jenis media yaitu media visual, media audio video atau media berbasis komputer. Namun dari beberapa pilihan media diambil harus mampu memneuhi sayar dan kerakteristikv pembelajaran PKn, misalnya mampu mengajak siswa berfikir kritis, dan peka. Hal lain adalah penerapan suatu media dalam proses belajar mengajar PKn yang tentu saja harus disesuaikan dengan pokok bahasan yang ingin kita sampaikan kepada siswa. Sebagai contoh, pokok bahasan Sumpah Pemuda maka media yang sesuai untuk pokok bahasan tersebut adalah media video. Media video dapat menghadirkan gambaran tentang Tanah air Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, juga dapat menayangkan Peta Indonesia. Dengan demikian para siswa diharapkan dapat memahami pentingnya makna peristiwa Sumpah Pemuda bagi kemerdekaan Republik Indonesia.

a. Media Visual
Seperti halnya media yang lain, media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang termasuk media visual adalah:
1. Gambar atau foto
Kita sering menggunakan gambar atau foto sebagai media pembelajaran karena gambar merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa saja. Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran adalah:
a. Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit
b. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
c. Gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
d. Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja
e. Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus
2. Sketsa
Sketsa merupakan gambar yang merupakan draft kasar yang menyajikan bagian-bagian pokoknya saja tanpa detail. Sketsa selain dapat menarik perhatian peserta atau siswa juga dapat menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan.
3. Diagram
Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada. Ciri-ciri dari sebuah diagram yang baik adalah:
a. benar, digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasanpenjelasan yang perlu
b. cukup besar dan ditempatkan strategis
c. penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
4. Bagan
Terdapat dua jenis bagan yaitu bagan yang menyajikan pesannya secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus. Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya adalah flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau chart yang menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon (tree chart), bagan alir (flow chart), atau bagan garis waktu (time line chart). Bagan atau chart Berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media visual lain seperti gambar, diagram, atau lambanglambang verbal. Ciri-ciri bagan sebagai media yang baik adalah:
a. dapat dimengerti oleh pembaca
b. sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit
c. dapat diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap mengikuti perkembangan jaman juga tidak kehilangan daya tarik
5. Kartun
Suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringka atau suatu sikap terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian tertentu. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana dengan menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan diingat serta dimengerti dengan cepat.

6. Poster
Poster dapat dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak saja penting untuk menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Ciri-ciri poster yang baik adalah:
a. Sederhana
b. menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
c. Berwarna
d. slogan yang ringkas dan jitu
e. ulasannya jelas
f. motif dan desain bervariasi
7. Papan planel
Papan berlapis kain planel ini dapat berisi gambar atau huruf yang dapat ditempel dan dilepas sesuai kebutuhan, gambar atau huruf tadi dapat melekat pada kain planel karena di bagian bawahnya dilapisi kertas amplas. Papan planel merupakan media visual yang efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula
8. Papan Buletin
Papan ini tidak dilapisi oleh kain planel, tetapi langsung ditempeli gambar atau tulisan. Papan ini berfungsi untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu. Media visual lainnya seperti gambar, poster, sketsa atau diagram dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin
b. Media Audio
Media audio adalah jenis media yang berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis media yang dapat digolongkan ke dalam media audio adalah sebagai berikut:

1. Radio
Media ini dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar. Siaran radio sangat cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa. Bahkan radio juga dapat digunakan sebagai pemberi petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa dalam pembelajaran.
2. Alat perekam magnetic
Alat perekam magnetik atau tape recorder adalah salah satu media yang memiliki peranan yang sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah informasi. Melalui media ini kita dapat merekam audio, mengulangnya dan menghapusnya. Selain itu pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume, sehingga dapat menimbulkan berbagai kegiatan diskusi atau dramatisasi.
c. Media Proyeksi Diam
Beberapa media yang termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah:
1. Film Bingkai
Film bingkai adalah suatu film positif baik hitam putih ataupun berwarna yang berukuran 35 mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu ditayangkan dengan proyektor slide. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai sebagai media pembelajaran adalah:
a. materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepada seluruh siswa secara serentak
b. perhatian siswa dapat dipusatkan pada satu persoalan, sehingga dapat menghasilkan keseragaman pengamatan
c. Fungsi berfikir siswa dirangsang dan dikembangkan secara bebas
d. Penyimpanannya mudah dan praktis
e. Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang waktu dan indera
f. Program dapat dibuat dalam waktu singkat tergantung kebutuhan dan perencanaan

2. Film Rangkai
Film rangkai hampir sama dengan film bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan bingkai dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau gambar tertentu. Jumlah gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film itu. Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pembelajaran yang berbeda dalam satu rangkai sehingga cocok untuk mengajarkan keterampilan, penyimpanannya mudah serta dapat digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu
3. OHT
Over Head Transparancy (OHT) adalah media visual proyeksi, dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya yang dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP). Beberapa keuntungan penggunaan OHT sebagai media pembelajaran diantaranya adalah:
a. gambar yang diproyeksikan lebih jelas bila dibandingkan jika digambarkan di papan tulis
b. ruangan tidak perlu digelapkan
c. sambil mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa
d. mudah dioperasikan sehingga tidak memerlukan bantuan operator
e. menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang
f. praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas atau ruangan
d. Media Proyeksi Gerak dan Audio Visual
Beberapa jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah:
1. Film gerak
Film gerak merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat meanrik karena mampu mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak, film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan.
2. Program TV
Televisi merupakan media menarik dan modern karena merupakan bagian dari kebutuhan hidupnya. Televisi dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dalam menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak.
3. Video
Pesan yang disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat informatif, edukatif maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media video dalam pembelajaran adalah:
a. dengan alat perekam video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari para ahli
b. demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan perhatian pada penyajiannya
c. menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang
d. dapat mengamati lebih dekat dengan objek yang berbahaya ataupun objek yang sedang bergerak
e. ruangan tidak perlu digelapkan pada saat penyajian
4. Multimedia
Vaughan (2004) menjelaskan bahwa multimedia adalah sembarang kombinasi yang terdiri atas teks, seni grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna melalui komputer. Sejalan dengan hal di atas, Heinich et al (2005) multimedia merupakan penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke dalam sistem komputer. Namun kelemahan dari media ini adalah harus didukung oleh peralatan memadai seperti LCD projektor dan adanya aliran listrik. Keuntungan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep abstrak dengan lebih mudah, selain itu juga penggunaan media komputer dalam bentuk multimedia dapat memberikan kesan yang positif kepada guru karena dapat membantu guru menjelaskan isi pelajaran kepada pelajar, menghemat waktu dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
5. Benda
Benda-benda yang ada disekitar dapat digunakan pula sebagai media pembelajaran, baik benda asli maupun benda tiruan atau miniatur. Benda-benda ini dapat membantu proses pembelajaran dengan baik terutama jika metode yang digunakan adalah metode demonstrasi atau praktek lapangan.

SUMBER
  1. http://edu-articles.com/mengenal-media-pembelajaran/
  2. http://www.powerpoint-search.com/media-pembelajaran-pkn-ppt.html
  3. http://mjieschool.multiply.com/journal/item/23/Pemanfaatan_multimedia_untuk_pembelajaran_PKn
  4. http://mjieschool.multiply.com/journal/item/23/Pemanfaatan_multimedia_untuk_pembelajaran_PKn?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
Suara Prayudi 21:29



read more...