Abstrak :
Pengajaran
dengan menggunakan metode ceramah sering mengalami masalah terutama berkaitan
dengan sifatnya yang monoton dan membuat peserta didik merasa bosan. Namun
metode ceramah tetap merupakan metode yang tidak mungkin ditinggalkan dalam
proses pembelajaran. Untuk itu perlu diupayakan improvisasi model pembelajaran
ceramah agar lebih menarik dan menantang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan model ceramah dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan media
audio visual LCD. Secara detail penelitian ini juga ingin mengetahui
peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan minat dan motivasi siswa dalam
mengikuti pembelajaran PKn.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan model responsive action research. Metode penelitian ini meliputi planing, acting, observing, and reflecting, atau perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan pada siswa SMP Al Muslim Tambun kelas 7. Penelitian ini untuk mengembangkan metode ceramah dengan menggunakan media audio visual LCD. Tindakan berupa pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang telah direncanakan. Sedangkan observasi sebagai langkah pengumpulan data selama tindakan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran yang telah dicapai. Refleksi merupakan tahap untuk melakukan evaluasi berdasarkan analisis data yang baru dilakukan, sehingga mempunyai kesimpulan seberapa besar peranan metode pembelajaran yang baru saja diterapkan, sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan apakah perbaikan pembelajarannya telah tercapai atau belum. Untuk mencapai taraf ideal penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, sehingga data-data yang didapatkan dapat semakin lengkap dan variatif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan model responsive action research. Metode penelitian ini meliputi planing, acting, observing, and reflecting, atau perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan pada siswa SMP Al Muslim Tambun kelas 7. Penelitian ini untuk mengembangkan metode ceramah dengan menggunakan media audio visual LCD. Tindakan berupa pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang telah direncanakan. Sedangkan observasi sebagai langkah pengumpulan data selama tindakan untuk mengetahui peningkatan pembelajaran yang telah dicapai. Refleksi merupakan tahap untuk melakukan evaluasi berdasarkan analisis data yang baru dilakukan, sehingga mempunyai kesimpulan seberapa besar peranan metode pembelajaran yang baru saja diterapkan, sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan apakah perbaikan pembelajarannya telah tercapai atau belum. Untuk mencapai taraf ideal penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, sehingga data-data yang didapatkan dapat semakin lengkap dan variatif.
Hasil
penelitian ini menyimpulkan : Pertama, bahwa pengembangan media audio visual-LCD
telah mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PKn di kelas 7 SMP Al Muslim
Tambun. Peningkatan kualitas ini dapat dilihat dari segi proses maupun hasil
pembelajaran. Secara umum mahasiswa lebih merasakan bahwa kegiatan pembelajaran
dengan menggunakan media audio visual membuat mereka tidak cepat merasa bosan.
siswapun sangat tertarik dengan pembelajaran ini karena banyak variasinya.
Sedangkan bagi guru, bahwa penggunaan media audio visual sangat membantu dalam
mengurangi penjelasan verbalis melalui ceramah. Dengan menayangkan materi melalui media audio visual, siswa mampu memahami
lebih cepat dan lebih menarik materi yang pelajari. Kedua Dari segi hasil
pembelajaran, menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media audio
visual mampu membawa pembelajaran mencapai hasil prestasi yang cukup
menggembirakan. Fakta ini dapat dilihat dari nilai tes siklus I, II, dan III
dalam pelaksanaan tindakan. Rerata postest skor I adalah 8,6, Postest II 8,5
dan postest III 8,9. Rerata kenaikan nilai dalam dari pretest dan postest
siklus I adalah 3,6 untuk setiap mahasiswa, sedangkan dalam siklus III rerata
kenaikan nilai mereka adalah 4,7. Nilai dalam tes hanya sebagai salah satu
indikator yang tidak bisa digunakan secara mutlak sebagai acuan keberhasilan
pembelajaran. Ketiga, Penggunaan media audio visual –LCD dalam pembelajaran PKn
juga berhasil meningkatkan minat dan
motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn. Dengan dikaitkannya topik
pembelajaran dengan film atau gambar-gambar melalui media audio visual, siswa mampu
menangkap penjelasan guru tidak sekedar verbalis yang hanya menggambarkan
dengan kata-kata, tetapi mampu merangsang siswa untuk melakukan analisis
sendiri terhadap topik yang sedang mereka pelajari.
Bentuk
Penyajian Materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dengan
Menggunakan Ruang Multimedia
1. Pembelajaran dengan
menggunakan ruang multimedia
a. Pengertian ruang dan
multimedia
Ruang adalah suatu tempat yang
digunakan untuk melakukan kegiatan. Dalam hal ini adalah kegiatan
pendidikan yaitu proses belajar mengajar. Sedangkan multimedia berasal
dari dua kata yaitu multi dan media, multi berarti beberapa dan media berarti
sarana atau alat. Kata multimedia sendiri sebenarnya sudah ada sebelum
komputer seperti saat ini dan lebih banyak di pakai di dunia hiburan seperti
pementasan teater multimedia yang sudah ada sejak lama yaitu satu bentuk
pementasan teater yang didukung oleh banyak alat bantu seperti pengeras suara,
lampu panggung, gambar bergerak pada latar dan sebagainya ( Asa Briggs dan
Peter Burke,2006:50 ). Di dunia home electronics juga di kenal televisi digital
multimedia yang artinya televisi tersebut dapat mendukung penggunaan banyak
alat seperti menerima masukan dari cd player, game player dan lain sebagainya.
Masuk ke dunia komputer yang booming dengan embel embel multimedia ketika
produk sound card, produk tv card, produk graphic card masuk sebagai perluasan
fungsi komputer pada dekade 90-an. Saat itu komputer menjadi semakin fleksibel
penggunaannya tidak hanya untuk melakukan kegiatan komputing seperti pada awal
awal kehadiran komputer tetapi memiliki fungsi tambahan untuk memainkan lagu,
menerima sinyal televisi, memainkan film dan sebagainya. Produk ini laku di pasaran
dan saat ini semua device tambahan tersebut menjadi standar untuk semua produk
komputer khususnya Personal Computer. Untuk produk produk server device
tambahan tersebut hampir tidak digunakan.
Multimedia
adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara,
gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link)
sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi (
wikipedia.org.id ). Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain
dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.
Multimedia
dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan,
multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara
sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil
perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan
dalam sistem e-learning.
b.
Fungsi ruang dan multimedia bagi pembelajaran
Ruang
multimedia berfungsi untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang memerlukan
alat-alat pembelajaran baik berupa audio maupun visual.
Menurut
Eveline Siregar dan Dewi Salma dalam bukunya yang berjudul Mozaik Teknologi
Pendidikan ( 2007 : 6 ) dikatakan bahwa fungsi media pembelajaran adalah
sebagai berikut :
1. Fungsi
AVA ( Audiovisual Aids atau Teaching Aids ) berfungsi untuk memberikan
pengalaman yang konkret kepada siswa.
2. Fungsi Komunikasi
Media
berasal dari kata medium ( singular ) yang artinya “ in between “ ( di antara
). Jadi media berada di tengah ( di antara ) dua hal, yaitu yang
menulis/membuat media ( dalam komunikasi disebut komunikator atau sumber/source
) dan orang yang menerima ( membaca, melihat, mendengar) media ( dalam
komunikasi disebut receiver, penerima, audience, atau komunikan ) Media
yang dibuat ( ditulis dalam bentuk modul dan lain-lain dibuat dalam bentuk
film, slide, OHP dan sebagainya ) memuat pesan (message ) yang akan disampaikan
( ditransmisikan ) kepada penerima. Dalam komunikasi tatap muka ( face to
face communication ), pembicara ( komunikator ) langsung berhadapan dalam
menyampaikan pesannya kepada penerima ( audience ), tanpa adanya
perantara ( medium ) yang digunakan. Dengan meletakkan pesan yan ghendak
disampaikan ke dalam suatu format media tertentu ( buku, film, slide,
dan sebagainya ) yang dinamakan kegiatan encoding, maka komunikator tidak perlu
lagi berhadapan langsung dengan pihak penerima. Komunikasi masih dapat
berlangsung melalui media tersebut. Si penerima perlu melakukan kegiatan
decoding terhadap media yang dihadapkan kepadanya.
Inilah
fungsi yang kedua dari media pembelajaran yaitu sebagai sarana komunikasui dan
interaksi antara siswa dengan media tersebut, dan dengan demikian merupakan
sumber belajar yang penting.
Sedangkan menurut Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media
dalam arti yang terbatas, yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini
berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk:
1.
memotivasi belajar peserta didik
2.
memperjelas informasi/pesan pengajaran
3.
memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
4.
memberi variasi pengajaran
5.
memperjelas struktur pengajaran.
Di sini
media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas, memudahkan dan membuat
menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik
sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan
mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11% dari yang dipelajari terjadi
lewat indera pendengaran, sedangkan 83% lewat indera penglihatan. Di samping
itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar,
namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar.
2.
Bentuk-bentuk penyajian materi dengan menggunakan ruang multimedia
Pada saat
ini kita dihadapkan pada pilihan media yang banyak sekali. Berbagai usaha telah
dilakkan utuk membagi-bagi media dalam klasifikasi kategori atau golongan
tertentu, didasarkan pada kemampuannya, bentuk fisiknya, biaya dan sebagainya.
Salah satu penggolongan media yang dilakukan oleh Schramm, misalnya adalah “
media besar “ dan “ media kecil “. Media besar memerlukan biaya investasi besar
dan perlu digunakan secara meluas untuk mencapai skala ekonomis, dan media kecil
adalah yang sederhana dan dapat dipakai secara lebih luwes.
Pengklasifikasian
media berdasarkan ciri-ciri tertentu itu dikenal dengan sebutan taksonomi
media. Karena pada dasarnya media pembelajaran yang banyak dipergunakan adalah
media komunikasi, maka dallam pembahasan taksonomi ini dipakai taksonomi media
komunikasi. Dasar taksonomi yang dipakai di sini adalah yang dibuat oleh Haney
dan Ullmer ( 1981 ).
Menurut
Haney dan Ulmer ada tiga kategori utama berbagai bentuk media pembelajaran itu.
Pertama, media yang mampu menyajikan informasi karena itu disebut media
penyaji; kedua, media yang mengandung informasi dan disebut media objek;
ketiga, media yang memungkinkan untuk berinteraksi, dan kerna itu disebut media
interaktif ( Prof. Yusufhadi Miarso, 2005 : 462 ).
a.
Media Penyaji berbentuk antara lain :
1.
Kelompok satu : Grafis, Bahan cetak, dan Gambar diam
Ketiga
bentuk media ini memang mempunyai perbedaan pokok, bahan cetak mempunyai simbol
huruf dan angka, grafis di buat melalui proses gambar, dan gambar diam di buat
melalui proses fotografi. Tetapi ketiganya dapat dikelompokkan menjadi satu
karena mereka memakai bentuk penyajian yang sama, yaitu visual diam, dan
kesemuanya memperagakan pesan yang disampaikan secara langsung.
2.
Kelompok dua : Media proyeksi diam
Kelompok
ini meliputi film bingkai ( slides ), film rangkai ( filmstrip )
dan transparansi, termasuk dengan sarana proyeksi masing-masing ditambah dengan
proyektor pantul ( opaque projector ) yang kadang-kadang digunakan beserta
bahan-bahannya.
3.
Kelompok ketiga : Media audio
Media
audio hanya menyalurkan dalam bentuk bunyi. Bahan audio yang paling umum
dipakai dalam mengajar adalah rekaman dalam bentuk pita dan piringa hitam.
Keduanya merupakan media yang mainkan kembali, dengan alat perekam yang
menggunakan pita terbuka ( reel to reel ), atau kaset, sedang untuk
mendengarkan piringan hitam ada berbagai macam cara gramofon yang tersedia.
4.
Kelompok keempat : Audio ditambah media visual diam
Media
yang termasuk dalam kelompok ini biasanya merupakan kombinasi rekaman audio dan
bahan-bahan visul diam Salah satu bentuk yang paling lazim adalah film rangkai
suara, yang biasanya menggunakan rekaman yang disinkronisasikan dengan gambar
pada film rangkai.
5.
Kelompok lima : Gambar hidup ( film )
Media
presentasi yang oaking canggih adalah media yang dapat menyampaikan lima macam
bentuk informasi : gambar, garis, simbol, suara dan gerakkan. Media itu adalah
gambar hidup ( film ) dan televisi. Tetapi sungguhpun demikian tak semua jenis
televisi dan film dapat menyampaikan semua jenis informasi. Film bisu
umpamanya, dengan sendirinya tidak dapat mengeluarkan suara.
6.
Kelompok keenam : Televisi
Televisi
memang memberikan penyajian yang seruoa dengan film tetapi menggunakan proses
elektronis dalam merekam, menyalurkan, dan memperagakan gambar. Jadi televisi
mempunyai karakteristik produksi dan transmisi yang sangat berbeda dari film.
Ada berbagai bentuk televisi yaitu televisi untuk siaran, telivisi siaran
terbatas, dan papan tulis jarak jauh ( telewriting ) yang kurang dikenal.
7.
Kelompok ketujuh : Multimedia
Oleh
karena berbagai media dapat dikombinasikan dengan yang lain dalam berbagai
cara, barangkali agak terlalu berlebihan untuk menamakan kelompok ini sebagai
kelompok media tersendiri. Namun kita masih dapat mengenali beberapa sifat dasar
dari sistem multimedia ini. Pengertian multimedia merujuk pada berbagai
bahan belajar yang membentuk satu unit atau yang terpadu, dan yang
dikombinasikan atau “ dipaketkan “ dalam bentuk modul dan disebut sebagai “ kit
“, yang dapat digunakan untuk belajar mandiri atau kelompok tanpa harus
didampingi oleh guru.
b.
Media objek
Media
objek adalah benda tiga dimensi yang mengandung informasi tidak dalam bentuk
penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seoerti ukuran beratnya, bentuknya,
susunannya, warnanya, fungsinya, dan sebagainya. Media objek meliput dua
kelompok, yaitu objek yang sebenarnya dan objek pengganti.
c.
Media interaktif
Karakteristik
terpenting kelompok ini adalah bahwa siswa tidak hanya memperhatikan penyajian
atau objek, tetapi dipaksa untuk berinteraksi selama mengikuti pelajaran.
Paling sedikit ada tiga macam interaksi yang dapat diidentifikasi. Pada tingkat
pertama siswa berinteraksi dengan sebuah program, misalnya mengisi blanko
pada teks yang terprogram. Tingkat berikutnya siswa berinteraksi dengan mesin,
misalnya mesin pembelajaran,
simulator, laboratorium bahasa atau terminal komputer. Bentuk ketiga
media interaktif adalah yang mengatur interaksi antarsiswa secara teratur
tetapi tidak terprogram.
Adapun
bentuk-bentuk penyajian yang digunakan oleh guru Pkn dalam menyamapaikan materi
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan ruang multi media di
SMA Mujahidin Pontianak adalah sebagai berikut :
1.
Aktivitas Guru
a.
Menyiapkan alat dan bahan untuk presentasi
Sebelum
memulai pembelajaran, guru harus menyiapkan semua alat dan bahan yang
dibutuhkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Adapun alat dan bahan
yang dibutuhkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan
menggunakan ruang multimedia adalah sebagai berikut :
1. Alat
a.
Komputer baik dalam bentuk PC ataupun Laptop
Komputer
ataupun Laptop yang digunakan disini sebagai alat visual yang akan digunakan
oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam mempresentasikan materi yang akan
disampaikan. Komputer yang tersedia di ruang multimedia adalah standar Pentium
4 yang telah terkoneksi dengan jaringan internet, yang memudahkan guru maupun
siswa untuk melakukan browsing pada saat pembelajaran berlangsung.
b.
LCD Proyektor
Adalah yang dihubungkan ke Komputer atau laptop dalam membantu siswa dan
guru melakukan presentasi di depan kelas agar tampilan lebih jelas dan terang.
Di SMA Mujahidin untuk penyediaan sarana penunjang dalam pembelajaran
berbasis teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia sebanyak 5 buah LCD
Proyektor sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan baik di kelas maupun di
ruang multimedia sendiri.
c. Sound system
Suatu kelengkapan yang diperlukan untuk mendukung perangkat lunak yang berada
di ruang multi media tersebut, seperti speaker dan mixing
2.
Bahan
Bahan yang dimaksud di sini adalah bahan ajar yang digunakan oleh guru
Pendidikan Kewarganegaraan dalam menyampaikan materi pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan. Sebelum guru Pendidikan Kewarganegaraan melakukan presentasi
di depan kelas, siswa diberi berupa point of talks ( poin-poin penting yang
akan disampaikan ) kepada siswa dalam bentuk slide-slide presentasi yang telah
di download siswa melalui website SMA Mujahidin yaitu di www.smamujahidin-ptk.sch.id
b.
Guru mempresentasikan materi pembelajaran
Karena
dalam materi yang akan disampaikan guru Pendidikan Kewarganegaraan ada dalam
bentuk video dan artikel-artikel yang diambil dari internet, maka internet di
ruang multimedia harus dalam keadaan online. Faktor aliran listrik yang stabil
disini sangat menentukan proses pembelajaran akan berjalan dengan baik. Karena
apabila listrik dalam keadaan mati maka internet tidak dapat online. Dan
beberapa slide-slide yang telah dirancang khusus dengan menghyperlinkan materi
tersebut ke internet tidak akan bisa ditampilkan. Terutama slide-slide yang
menampilkan video yang diambil dari situs www.youtube.com.
c.
Memberikan tugas kepada siswa
Setelah
semua slide-slide ditampilkan, maka pada akhir pelajaran guru Pendidikan
Kewarganegaraan memberikan tugas kepada siswa dalam bentuk tugas individu
maupun kelompok. Tugas-tugas tersebut sudah di upload oleh guru Pendidikan
Kewarganegaraan ke situs SMA Mujahidin dan siswa tinggal mengdownload tugas
tersebut yang sudah dilengkapi dengan petunjuk pengerjaan dan deadline pengumpulan
tugas yang nantiny akan dikumpulkan via email guru PKn.
2.
Aktivitas Siswa
a.
Memperhatikan dan mendengarkan presentasi guru
Pada saat
guru menjelaskan setiap slide-slide materi, siswa harus memperhatikan dengan
baik supaya apa yang disampaikan guru Pendidikan Kewarganegaraan dapat
dipahami. Pembelajaran begitu sangat menarik perhatian siswa karena kombinasi
presentasi yang dilakukan guru Pendidikan Kewarganegaraan sangat bervariasi.
Penggunaan animasi dan effek-effek khusus, serta video pembelajaran yang
membuat siswa memperhatikan pembelajaran tersebut dengan sunggug-sungguh.
b.
Bertanya terhadap materi yang tidak dimengerti
Materi-materi
yang telah disampaikan oleh Guru Pendidikan Kewarganegaraan akan ditanggapi
oleh siswa dalam bentuk tanya jawab. Hasil dari diskusi ini yang nantinya akan
disimpulkan bersama oleh guru dan siswa dan menjadi akhir dari pembelajaran.
c.
Mengerjakan tugas
Setelah
guru menginformasikan bahwa tugas dapat didownload oleh siswa di situs SMA
Mujahidin, maka untuk pertemuan selanjutnya tugas tersebut akan dipresentasikan
oleh siswa dalam bentuk tugas kelompok. Sedangkan tugas individu dikerjakan
secara individu dan dikirimkan via email guru Pendidikan Kewarganegaraan.
C. Faktor Pendukung
Dalam Menggunakan Ruang Multimedia
1.
Kemampuan guru
Kreativitas
yang dimiliki oleh manusia sejak dilahirkan ke dunia suatu yang wajar. Demikian
juga dengan guru, karena kreatvitasnya itu maka seseorang dapat mengaktualkan
dirinya. Di sini terutama dalam penggunaan media pembelajaran PKn, mengingat
peranan guru yang sangat besar dalam pembentukan sikap dan mental serta
pengembangan intelektualitas anak yang dimilikinya.
Nanda
Sudjana ( 1987 : 20 ) mengatakan bahwa kreativitas ”merupakan cara atau usaha
mempertinggi atau mengoptimalkan kegiatan belajar siswa dalam proses
pembelajaran ”. Pengaruh yang diberikan oleh guru dalam pendekatannya dengan
siswa bisa saja lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki oleh orang
tuanya. Hal ini disebabkan oleh kesempatan untuk merangsang siswa dan kalau
ingin menghambatnya lebih banyak dari orang tua siswa.
Penggunaan
media oleh guru dalam proses pembelajaran, tentumya tidak terlepas dari
bagaimana guru tersebut mengajar. Guru Pkn perlu memperhatikan pedoman datau
falsafah dalam mengajar. Ini akan bermanfaat guna pencapaian tujuan
pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Samion AR ( 2001 : 4 ) menyatakan
bahwa :
Falsafah mengajar yang harus diperhatikan oleh guru dalam
menumbuhkan kreativitas siswa adalah :
a.
mengajar adalah sangat penting dan sangat menyenangkan
b.
siswa patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik
c.
siswa hendaknya menjadi pelajar yang aktif
Dengan
memperhatikan pendapat di atas dan melaksanakan secara optimal, maka guru dalam
penggunaan media juga harus memperhatikan hal-hal tersebut. Media yang
dipergunakan sebagai alat bantu dapat saja menjadi pendorong bagi anak didik.
Mempermudah untuk memahami materi yang disajikan. Pendorong agar para guru
mempunyai daya kreativitas tinggi tentunya berpengaruh dengan cita-cita.
Cita-cita disini merupakan pusat dari bermacam-macam kebutuhan, artinya
kebutuhan-kebutuhan biasanya dipusat di sekitar cita-cita itu.
Guru PKn
perlu mempunya cita-cita dalam perencanaan dan penggunaan media, kaena
cita-cita di sini mampu memposisikan energi psikis untuk belajar memanfaatkan
media dan juga dalam penggunaan pendidikan. Dalam pencapaian cita-cita tersebut
guru perlu melakukan langkah-langkah agar kreativitas siswa dan
pembelajaran dapat berhasil guna. Upaya-upaya yang dilakukan guru
dalam menciptakan kreativitas anak adalah :
a.
Menetapkan bahan pembelajaran dan menyediakan media yang dipergunakan dalam
proses pembelajaran
Bahan
pembelajaran merupakan isi yang diberikan kepada siswa pada saat berlangsungnya
proses pembelajaran. Bahan yang disajikan inilah mengantarkan siswa pada tujuan
pengajaran. Salah satu cara untuk mempermudah dalam pencapaian tujuan
pengajaran tentunya menggunakan media yang mana media mempunyai keterkaitan
dengan bahan yang disampaikan ( relevansi )
b.
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
Kegiatan
belajar mengajar, tentunya mempunyai hubungan yang erat dengan materi
pelajaran. Guru mempunyai keinginan supaya anak didiknya berkembang perlu dapat
mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Dimana kegiatan itu dilakukan
oleh guru sebagai pendidik dan siswa sebagai penerima materi di dalam
interaksinya dalam belajar mengajar.
Kegiatan
belajar mengajar itu dihubungkan dengan cara guru menyampaikan materi pelajaran
agar dapat dipahami oleh anak didik, dan anak atau siswa menerima materi yang
disampaikan oleh guru tersebut. Perlu untuk diketahui bahwa kegiatan belajar
siswa banyak dipengaruhi oleh kegiatan guru.
Dalam
kaitannya dengan kreativitas Supriadi ( 1989 : 303 ) mengatakan ciri kehidupan
sekolah yang kondusif untuk tumbuhnya kreativitas keilmuan adalah :
1.
memberikan peluang kepada siswa untuk mengekspresikan gagasan secara aman.
Mengeluarkan pendapat merupakan suatu keinginan yang harus dihargai oleh guru,
agar dalam membuat media pengajaran PKn tidak dimonopoli oleh guru bidang studi
PKn. Siswa dilibatkan karena tujuan pembelajaran semuanya adalah untuk
keberhasilan siswa
2.
menghargai prestasi siswa
3.
menghargai imajinasi siswa
4.
menghormati keunikan individu siswa
5.
menyediakan sumber-sumber informasi yang memadai untuk kebutuhan siswa
6. mampu
mengakomodasikan minat siswa yang beragam
7. melatih
kepekaan siswa
Kemampuan
siswa dalam mengemukakan pendapatnya harus dihargai dan bagaimana caranya agar
siswa tersebut tidak merasa mempunyai kekurangan dalam menumbuhkan
kreativitasnya, dengan menggunakan media pembelajaran tentu saja diharapkan
siswa mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat di dalam
diri mereka. Seorang anak yang mempunyai kretaivitas tinggi tentunya berbeda
dengan siswa yang mempunyai krativitas rendah.
Siswa
yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan
permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul.
Sedangkan siswa yang berkreativitas rendah terlihat kurang menanggapi
permasalahan dalam pembelajaran. Siswa yang kurang kreativitas tidak akan bisa
dengan cepat menyelesaikan tugas, dan apabila kesulitan dalam membuat tugas
siswa tersebut terlambat reaksinya untuk bertanya kepada orang lain.
Media
pembelajaran sangat erat kaitannya dengan kreativitas anak, dan anak yang
mempunyai kreativitas tentunya anak yang perkembangannya baik dan mampu
menyelesaikan permasalahan dengan baik pula dan mereka tidak ingin mempermasalahkan
berlarut-larut dan secepatnya diselesaikan.
Kreativitas
yang merupakan kemampuan seseorang untuk mengaktualkan dirinya dalam pergaulan
dan juga dalam pembelajaran di sekolah. Hal in yag diharapkan agar dengan
adanya media pembelajaran atau dengan menggunakan media pembelajaran anak
dapat kreatif dan berkembang sesuai yang diinginkan. Adapun ciri-ciri
anak yang mempunyai kreativitas tinggi menurut Asep H. Hermawan ( 1997 : 50 ) :
a)
selalu ingin mengetahui sesuatu yang benar
b)
selalu ingin mengubah sesuatu yang telah ada
c)
mencoba hal-hal yang baru
2.
Fasilitas sekolah
Untuk
menunjang pembelajaran yang berbasis media ini, faktor sarana atupun
fasilitas sekolah sngatlah mendukung. Karena tanpa adanya fasilitas yang
memadai mustahil pembelajaran yang menyenangkan itu akan tercapai. Di SMA
Mujahidin sendiri untuk fasilitas media tidak menjadi hambatan, karena
tersdianya fasilitas yang sangat lengkap untuk penunjang pembelajaran. Yaitu
tersedianya satu ruang multi media yang isinya mencakup, Televisi 29 inchi, LCD
Proyektor, Komputer PC, VCD/DVD, Sound system yang lengkap, serta terkonekinya
internet ke ruangan tersebut.
Selain
itu juga, kelengkapam komputer dalam bentuk laptop saat ini sudah mencapai
sebanyak 9 buah dan LCD Proyektor sebanyak 5 buah, yang apabila ruang
multimedia dipakai maka guru yang lain dapat menggunakan Laptop dan LCD
Proyektor ke kelas. Apalagi dalam waktu dekat ini akan dipasang hotspoot
dan CCTV untuk kalangan SMA Mujahidin dan itu merupakan tugas SMA Mujahidin
yang ditunjuk sebagai sekolah rintiasn Pusat Sumber Belajar( PSB ) Berbasis ICT
oleh Direktorat.
3.
Daya serap siswa
Salah
satu faktor yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan adalah metode mengajar
yang digunakan oleh guru dan media yang digunakan. Dengan tercapainya dua
hal tersebut di atas maka transfer ilmu yang dilakukan kepada siswa juga akan
lebih baik dan mudah. Siswa cenderung lebih cepat menerima pembelajaran dari
sesuatu hal yang nyata. Dengan diajaknya siswa untuk belajar di ruang
multimedia, maka guru dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di dalam ruangan
tersebut seperti internet, untuk dijadikan sumber belajar dan guru dapat
memperagakan dan melihatkan secara langsung kejadian-kejadian nasional yang up
to date dibicarakan. Dengan demikian kemampuan siswa untuk menyerap
pelajaran akan lebih cepat dan mudah.
D. Faktor Penghambat Dalam Menggunakan
Ruang Multimedia
1.
Sumber listrik
Jalur listrik yang tidak normal yang kadang hidup-mati seperti di Pontianak
ini menjadi salah satu faktor penghambat guru yang sudah menyiapakan bahan
tersebut. Di SMA Mujahidin sendiri saat ini sudah dilengkapi dengan Jenset yang
bisa dipakai apabila listrik mati selain itu juga SMA Mujahidin memiliki 2
jalur aliran listrik yang berbeda. Apabila Jalur di ruang multimedia mati maka
pembelajaran akan dilakukan di kelas dengan membawa perangkat LCD Proyektor dan
laptop.
2.
Mengurangi jam belajar
Disini terjadi moving class, yaitu perpindahan dari kelas ke tempat
belajar yang baru sesuai dengan pelajarannya, dalam hal ini adalah pelajaran
pendidikan kewarganegaraan. Perpindahan atau pergerakan siswa ke ruang
multimedia ini rata-rata memerlukan waktu kurang lebih 15 menit dengan berbagai
kondisi siswa pada saat itu. Berkurangnya waktu tersebut yang mengakibatkan
pengefektifan waktu menjadi kurang maksimal.
Disini diperlukan sekali kedisiplinan siswa dan guru untuk mengefektifan
waktu dalam pembelajaran supaya waktu yang tersedia cukup untuk melakukan
proses belajar mengajar sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan oleh guru
pendidikan kewarganegaraan.
3. Penjadwalan pemakaian ruang multimedia
Saat ini ruang multimedia di SMA Mujahidin hanya ada satu ruang saja.
Dimana di ruangan tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lengkap,
seperti Komputer PC yang sudah terkoneksi dengan internet, sound system, TV,
VCD/DVD, dan LCD Proyektor dan kipas angin sebanyak 7 buah yang cukup untuk
mendinginkan ruangan tersebut.
Karena keterbatasan ruangan ini, terkadang penggunaan pun sering
bertabrakan dengan mata pelajaran lain, sehingga bahan yang sudah disiapkan pun
harus diganti dengan alternatif yang lain dan pembelajaran harus dilakukan di
kelas kembali. Penjadwalan tidak dilakukan secara tertib oleh pihak sekolah
sehingga ini yang bisa menghambat pembelajaran tersebut.
4. Sumber dana
Untuk membangun dan menambah ruang multimedia yang baru, saat ini pihak
sekolah masih terbatas dengan pendanaan. Karena masih banyak
fasilitas-fasilitas lain yang harus dipenuhi sesuai dengan dana block grant ICT
yang diterima dari Direktorat Jenderal Pendidikan Pusat seperti pemasangan
Hotspoot dan CCTV. Untuk itulah pembangunan ruang multimedia belum ditambah
lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto
Suharsismi, (1991), Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis,
Jakarta : Rineka Cipta
A M Sadirman,
(2003), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada
Abdul
Gafur (1986). Disain instruksional: langkah sistematis penyusunan pola dasar
kegiatan belajar mengajar. Sala: Tiga Serangkai.
Abdul
Gafur (1987). Pengaruh strategi urutan penyampaian, umpan balik, dan
keterampilan intelektual terhadap hasil belajar konsep. Jakarta : PAU - UT.
Ali Muhammad,
(1987), Metodologi Research, Jakarta : Bina Aksara
Depdiknas (2003), Pedoman khusus
pengembangan silabus dan penilaian kurikulum 2004, Direktorat Pendidikan
Menengah Umum.
Depdiknas (2004),
Kebijakan, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama
Direktorat
Pendidikan Menengah Umum (2001). Kebijakan pendidikan menengah umum. Jakarta: Direktorat Pendidikan
Menengah Umum.
Edwards, H. Cliford, et.all (1988).
Planning, teaching, and evaluating: a competency approach. Chicago:
Nelson-Hall.
Hall, Gene E & Jones, H.L.
(1976) Competency-based education: a process for the improvement
of education. New Jersey: Englewood Cliffs, Inc.
Joice, B, & Weil, M. (1980). Models
of teaching. New Jersey: Englewood Cliffs, Publ.
Fathurrohman, Pupuh, Prof dan Sutikno,
Sobry, M, M.Pd (2007), Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Refika
Aditama
Hadi Sutrisno,
(1981), Metodologi Research, Jilid 1 dan 2, Yogyakarta : CV. Rajawali
Miarso,
Yusufhadi, Dr, Prof ( 2005 ), Menyemai Benih Teknologi Pendidikan,
Kencana, Jakarta
Mulyasa E., M.Pd,
(2007), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Suatu Panduan Praktis, PT.
Remaja Rosdakarya, Bandung
Nawawi Hadari,
(1987), Metodologi Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta, Gajah Mada,
Universitas Press
Rutherford, F. J., dan Ahlgren,
A. (1990), Science for all Americans. New York: Oxford University Press
S Nasution, (1986), Didaktik
Asas-asas Mengajar, Bandung : Jemmars
Suryabrata Sumadi, (1983),
Metodologi Penelitian, Jakarta : CV. Rajawali
Snedercop, George W S, (1974), Statixical
Methode I, Ames USA, Lowa State University Press
Sudjana, Nana (1987), Dasar-Dasar
Proses Belajar Menagajar, Sinar Baru Algensindo
Sudjanan, Nana dan Rivai, Ahmad, Drs.,
(1988), Teknologi Pembelajaran, Sinar Bandung
Siregar,
Eveline ( 2005 ), Mozaik Teknologi Pendidikan, Kencana, Jakarta
Sanjaya Wina,
( 2005 ), Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi,
Kencana, Jakarta
STKIP-PGRI
Pontianak.(2004). Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak,
STKIP-PGRI Pontianak
Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (
SISDIKNAS ), Bandung, Citra Umbara
Young, Pauline V (1960), Scientific
Social Survey and Research, Tokyo : Printice Hall Inc and Charles
Eduocy_Blog
All
About education
Sabtu, 12 Juni 2010
MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN PKN
1. Media Pembelajaran
Istilah media berasal dari bahasa
latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara
atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan
informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.
Media menurut AECT adalah segala
sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne
mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk
memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar. Istilah
pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para
siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan
kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika
si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak
dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah
belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang
sedang mengajar.
Pekerjaan mengajar tidak selalu harus
diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian
materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi
bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan guru untuk
membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan
agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber
balajar yang ada.
Beberapa
pengertian media :
BRIGGS : Media =
segala alat fisik yang dapat menyampaikan pesan serta merangsang siswa untuk
belajar.
AECT : Media =
segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan / informasi.
GAGNE : Media =
berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang merangsangnya untuk belajar
Media
Pembelajaran segala sesuatu, baik fisik (hardware) maupun nonfisik (software),
yang digunakan oleh guru untuk membantu meningkatkan penerimaan/ pemahaman
peserta didik terhadap materi pelajaran.
Media pembelajaran adalah media yang
digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar
serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar
(siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal
tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika
program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan
dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.
Peranan media yang semakin meningkat
sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu
terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan
bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat
perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya
merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa. Jika guru memanfaatkan
berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media.
Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab
menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru
lebih berfubgsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam
Kegiatan Belajar mengajar.
Untuk menyampaikan pesan pembelajaran
dari guru kepada siswa, biasanya guru menggunakan alat bantu mengajar (teaching
aids) berupa gambar, model, atau alat-alat lain yang dapat memberikan
pengalaman konkrit, motivasi belajar, serta mempertinggi daya serap atau yang
kita kenal sebagai alat bantu visual. Dengan berkembangnya teknologi pada
pertengahan abad ke 20 guru juga menggunakan alat bantu audio visual dalam
prose pembelajarannya. Hal
ini dilakukan untuk menghindari verbalisme yang mungkin terjadi jika hanya
menggunakan alat bantu visual saja. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat
membantu anak dalam memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.
Penggunaan media dalam pembelajaran
dapat mempermudah siswa dalam memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih
konkrit. Hal ini sesuai dengan pendapat Jerome S Bruner bahwa siswa
belajar melalui tiga tahapan yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Tahap enaktif
yaitu tahap dimana siswa belajar dengan memanipulasi benda-benda konkrit. Tahap
ikonik yaitu suatu tahap dimana siswa belajar dengan menggunakan gambar atau
videotapes. Sementara tahap simbolik yaitu tahap dimana siswa belajar dengan
menggunakan simbol-simbol. Prinsip
tahapan pembelajaran dari Jerome S Bruner ini dapat kita terapkan dalam
“Kerucut Pengalaman” atau “cone of experience” yang dikemukan Edgar Dale pada
tahun 1946, seperti yang dapat kita lihat pada gambar berikut ini:
2. Karakteristik Media Pembelajaran
Secara umum ‘media’ (bentuk jamak dari
‘medium’) adalah “segala sesuatu yang membantu sampainya pesan dari pengirim
kepada penerima” segala sesuatu fisik atau nonfisik, sudah ada (existing) atau
buatan (artifak) membantu. Media bukan tujuan, hanya alat, salah memilih media
dapat menyimpangkan pesan (distorsi / bias); terpaku pada media dapat
mengaburkan pesan. Pesan segala sesuatu (pengetahuan, sikap, keterampilan) yang
harus diterima / dimiliki oleh audiens (penerima pesan). Pengirim Seseorang /
sekelompok orang yang menerima amanah/ mandat/perintah untuk menyampaikan
pesan. Penerima Seseorang / sekelompok orang yang harus mengetahui/ melakukan
sesuatu sesuai dengan isi pesan.
Pengertian Belajar : Belajar sebagai
produk dan proses. Sebagai produk belajar adalah perubahan perilaku.Sebagai
proses belajar adalah upaya-upaya untuk mengubah perilaku.Intinya adalah :
Ada upaya-upaya
yang dilakukan secara sadar, bertujuan
Terjadi perubahan
perilaku (termasuk pengetahuan, pemahaman, sikap)
Arah perubahannya positif
3. Manfaat media pembelajaran
Secara umum manfaat media pembelajaran
adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan
pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat
media pembelajaran adalah:
a. Penyampaian materi pembelajaran
dapat diseragamkan
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang
berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan
informasi diantara siswa dimanapun berada.
b. Proses pembelajaran menjadi lebih
jelas dan menarik
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar,
gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru
untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak
membosankan.
c. Proses pembelajaran menjadi lebih
interaktif
Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara
aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
d. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara
maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus
menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian
menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
e. Meningkatkan kualitas hasil belajar
siswa
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi
belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari
guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan
kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media
pemahaman siswa akan lebih baik.
f. Media memungkinkan proses belajar
dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa
sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun
dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu kita sadari waktu belajar di
sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
g. Media dapat menumbuhkan sikap
positif siswa terhadap materi dan proses belajar
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga
mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri
sumber-sumber ilmu pengetahuan.
h. Mengubah peran guru ke arah yang
lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak
mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya,
seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi
belajar, dan lain-lain.
4. Jenis-jenis Media Pembelajaran
Terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran menurut
Heinich and Molenda (2005) yaitu:
a. Teks
Merupakan elemen dasar bagi menyampaikan suatu informasi
yang mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan yang berupaya memberi daya
tarik dalam penyampaian informasi.
b. Media
Audio
Membantu menyampaikan maklumat dengan lebih berkesan membantu meningkatkan daya tarikan
terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio termasuk suara latar, musik,
atau rekaman suara dan lainnya.
c. Media
Visual Media yang dapat memberikan rangsangan-rangsangan visual seperti
gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, papan buletin dan
lainnya
d. Media Proyeksi Gerak
Termasuk di dalamnya film gerak, film gelang, program TV,
video kaset (CD, VCD, atau DVD)
e.
Benda-bendaTiruan/miniatur
Seperti
benda-benda tiga dimensi yang dapat disentuh dan diraba oleh siswa. Media ini
dibuat untuk mengatasi keterbatasan baik obyek maupun situasi sehingga proses
pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
f.
Manusia.
Termasuk
di dalamnya guru, siswa, atau pakar/ahli di bidang/materi tertentu.
5. Media
Pembelajaran PKn
Pengertian media
pembelajaran PKn adalah media yang terpilih dan cocok untuk pembelajaran PKn .
Mata pelajaran PKn mempunyai misi membina nilai, moral, dan norma secara utuh
bulat dan berkesinambungan.
Tujuan PKn adalah
untuk membentuk watak warga negara yang baik, yaitu yang tahu, mau dan sadar
akan hak dan kewajibannya
Untuk mencapai
sasaran dan target tersebut, dalam pelaksanaan pembelajaran diperlukan penataan
alat, bahan, dan sumber belajar agar dapat dilihat dan mudah digunakan oleh
siswa. Sumber belajar dapat berupa media cetak, model, gambar-gambar, laporan,
dan kliping. Media pembelajaran dalam PKn harus dapat menstimulus lahirnya
proses pembelajaran yang aktif dan kreaktif. Dalam pedoman pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar PKn, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk media
PKn, yaitu:
a. membawakan sesuatu atau sejumlah isi pesan harapan
b. memuat nilai atau moral kontras
c. diambil dari dunia kehidupan nyata
d. menarik minat dan perhatian siswa
e. terjangkau oleh kemampuan belajar siswa
6.
Media-media yang Biasa digunakan dalam Proses Pembelajaran PKN
Merancang media
pembelajaran PKn sangat tergantung dari jenis media yang digunakan. Di bawah
ini diulas kembali jenis media yang dapat digunakan/dikembangkan dalam
pembelajaran PKn, yaitu:
a.
hal-hal yang bersifat visual, seperti bagan, matriks, gambar, data , dan
lain-lain
b.
hal-hal yang bersifat materiil, seperti model-model, benda contoh
c.
gerak, sikap, dan perilaku, seperti simulasi, bermain peran, role playing
d. cerita, kasus yang mengundang dilema moral
Berkaitan dengan
hal di atas, maka pembelajaran PKn dapat menggunakan berbagai jenis media yaitu
media visual, media audio video atau media berbasis komputer. Namun dari
beberapa pilihan media diambil harus mampu memneuhi sayar dan kerakteristikv
pembelajaran PKn, misalnya mampu mengajak siswa berfikir kritis, dan peka. Hal
lain adalah penerapan suatu media dalam proses belajar mengajar PKn yang tentu
saja harus disesuaikan dengan pokok bahasan yang ingin kita sampaikan kepada
siswa. Sebagai contoh, pokok bahasan Sumpah Pemuda maka media yang sesuai untuk
pokok bahasan tersebut adalah media video. Media video dapat menghadirkan
gambaran tentang Tanah air Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, juga dapat
menayangkan Peta Indonesia. Dengan demikian para siswa diharapkan dapat
memahami pentingnya makna peristiwa Sumpah Pemuda bagi kemerdekaan Republik
Indonesia.
a. Media
Visual
Seperti halnya
media yang lain, media visual berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke
penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol
visual. Selain itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian,
memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan
cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang termasuk media
visual adalah:
1. Gambar
atau foto
Kita sering
menggunakan gambar atau foto sebagai media pembelajaran karena gambar merupakan
bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa
saja. Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media pembelajaran
adalah:
a.
Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit
b. Gambar
dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
c. Gambar
atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
d. Dapat
memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa
saja
e. Murah
harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus
2. Sketsa
Sketsa merupakan
gambar yang merupakan draft kasar yang menyajikan bagian-bagian pokoknya saja
tanpa detail. Sketsa selain dapat menarik perhatian peserta atau siswa juga
dapat menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan.
3.
Diagram
Berfungsi sebagai
penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar
sederhana yang menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur
dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar
komponennya atau sifat-sifat proses yang ada. Ciri-ciri dari sebuah diagram
yang baik adalah:
a. benar,
digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasanpenjelasan yang perlu
b. cukup
besar dan ditempatkan strategis
c.
penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan dan
dari atas ke bawah.
4. Bagan
Terdapat dua jenis bagan yaitu bagan yang menyajikan
pesannya secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus. Chart
yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya adalah flipchart atau
hidden chart, sementara bagan atau chart yang menyajikan pesannya secara
langsung misalnya bagan pohon (tree chart), bagan alir (flow chart), atau bagan
garis waktu (time line chart). Bagan atau chart Berfungsi untuk menyajikan
ide-ide atau konsep-konsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis
atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir
penting dari suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita menjumpai jenis media
visual lain seperti gambar, diagram, atau lambanglambang verbal. Ciri-ciri
bagan sebagai media yang baik adalah:
a. dapat dimengerti oleh pembaca
b.
sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit
c. dapat
diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap mengikuti perkembangan
jaman juga tidak kehilangan daya tarik
5. Kartun
Suatu gambar
interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan
secara cepat dan ringka atau suatu sikap terhadap orang, situasi atau
kejadian-kejadian tertentu. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang
harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana dengan
menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan diingat serta
dimengerti dengan cepat.
6. Poster
Poster dapat
dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan sebagainya. Poster tidak
saja penting untuk menyampaikan pesan atau kesan tertentu akan tetapi mampu
pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
Ciri-ciri poster yang baik adalah:
a.
Sederhana
b.
menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
c.
Berwarna
d. slogan
yang ringkas dan jitu
e.
ulasannya jelas
f. motif
dan desain bervariasi
7. Papan
planel
Papan berlapis
kain planel ini dapat berisi gambar atau huruf yang dapat ditempel dan dilepas
sesuai kebutuhan, gambar atau huruf tadi dapat melekat pada kain planel karena
di bagian bawahnya dilapisi kertas amplas. Papan planel merupakan media visual
yang efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu
pula
8. Papan
Buletin
Papan ini tidak dilapisi oleh kain planel, tetapi
langsung ditempeli gambar atau tulisan. Papan ini berfungsi untuk
memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu. Media visual lainnya seperti
gambar, poster, sketsa atau diagram dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan
buletin
b. Media
Audio
Media audio
adalah jenis media yang berhubungan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan
ke dalam lambang-lambang uaditif. Beberapa jenis media yang dapat digolongkan
ke dalam media audio adalah sebagai berikut:
1. Radio
Media ini dapat
merangsang partisipasi aktif dari pendengar. Siaran radio sangat cocok untuk
mengajarkan musik dan bahasa. Bahkan radio juga dapat digunakan sebagai pemberi
petunjuk mengenai apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa dalam
pembelajaran.
2. Alat perekam magnetic
Alat perekam
magnetik atau tape recorder adalah salah satu media yang memiliki peranan yang
sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah informasi. Melalui media ini
kita dapat merekam audio, mengulangnya dan menghapusnya. Selain itu pita
rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume, sehingga dapat
menimbulkan berbagai kegiatan diskusi atau dramatisasi.
c. Media
Proyeksi Diam
Beberapa media yang
termasuk kedalam media proyeksi diam diantaranya adalah:
1. Film
Bingkai
Film bingkai
adalah suatu film positif baik hitam putih ataupun berwarna yang berukuran 35
mm, dan umumnya dibingkai dengan ukuran 2 x 2 inchi. Untuk melihatnya perlu
ditayangkan dengan proyektor slide. Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai
sebagai media pembelajaran adalah:
a. materi
pelajaran yang sama dapat disebarkan kepada seluruh siswa secara serentak
b.
perhatian siswa dapat dipusatkan pada satu persoalan, sehingga dapat
menghasilkan keseragaman pengamatan
c. Fungsi
berfikir siswa dirangsang dan dikembangkan secara bebas
d.
Penyimpanannya mudah dan praktis
e. Film
bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang waktu dan indera
f. Program dapat dibuat dalam waktu
singkat tergantung kebutuhan dan perencanaan
2. Film Rangkai
Film rangkai hampir sama dengan film
bingkai, bedanya pada film rangkai frame atau gambar tidak memerlukan bingkai
dan merupakan rangkaian berurutan dari sebuah film atau gambar tertentu. Jumlah
gambar pada 1 rol film rangkai adalah sekitar 50 sampai dengan 75 gambar dengan
panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130 cm tergantung pada isi film itu.
Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pembelajaran yang berbeda dalam
satu rangkai sehingga cocok untuk mengajarkan keterampilan, penyimpanannya
mudah serta dapat digunakan untuk bahan belajar kelompok atau individu
3. OHT
Over Head Transparancy (OHT) adalah
media visual proyeksi, dibuat di atas bahan transparan, biasanya film acetate
atau plastik berukuran 8,5 x 11 inchi. Media ini memerlukan alat khusus untuk
memproyeksikannya yang dikenal dengan sebutan Over Head Projector (OHP).
Beberapa keuntungan penggunaan OHT sebagai media pembelajaran diantaranya
adalah:
a. gambar
yang diproyeksikan lebih jelas bila dibandingkan jika digambarkan di papan
tulis
b.
ruangan tidak perlu digelapkan
c. sambil
mengajar, guru dapat berhadapan dengan siswa
d. mudah
dioperasikan sehingga tidak memerlukan bantuan operator
e.
menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang
f.
praktis dapat digunakan untuk semua ukuran kelas atau ruangan
d. Media
Proyeksi Gerak dan Audio Visual
Beberapa
jenis media yang masuk dalam kelompok ini adalah:
1. Film gerak
Film gerak
merupakan sebuah media pembelajaran yang sangat meanrik karena mampu
mengungkapkan keindahan dan fakta bergerak dengan efek suara, gambar dan gerak,
film juga dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan.
2.
Program TV
Televisi
merupakan media menarik dan modern karena merupakan bagian dari kebutuhan
hidupnya. Televisi dapat menjadi sebuah media pembelajaran yang menarik dalam
menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur
gerak.
3. Video
Pesan yang
disajikan dalam media video dapat berupa fakta maupun fiktif, dapat bersifat
informatif, edukatif maupun instruksional. Beberapa kelebihan penggunaan media
video dalam pembelajaran adalah:
a. dengan
alat perekam video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari para
ahli
b.
demonstrasi yang sulit dapat dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada
waktu mengajar seorang guru dapat memusatkan perhatian pada penyajiannya
c.
menghemat waktu karena rekaman dapat diputar ulang
d. dapat
mengamati lebih dekat dengan objek yang berbahaya ataupun objek yang sedang
bergerak
e.
ruangan tidak perlu digelapkan pada saat penyajian
4.
Multimedia
Vaughan (2004)
menjelaskan bahwa multimedia adalah sembarang kombinasi yang terdiri atas teks,
seni grafik, bunyi, animasi dan video yang diterima oleh pengguna melalui
komputer. Sejalan dengan hal di atas, Heinich et al (2005) multimedia merupakan
penggabungan atau pengintegrasian dua atau lebih format media yang berpadu
seperti teks, grafik, animasi, dan video untuk membentuk aturan informasi ke
dalam sistem komputer. Namun kelemahan dari media ini adalah harus didukung
oleh peralatan memadai seperti LCD projektor dan adanya aliran listrik.
Keuntungan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diantaranya dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami suatu konsep abstrak dengan lebih
mudah, selain itu juga penggunaan media komputer dalam bentuk multimedia dapat
memberikan kesan yang positif kepada guru karena dapat membantu guru
menjelaskan isi pelajaran kepada pelajar, menghemat waktu dan meningkatkan
motivasi siswa dalam belajar.
5. Benda
Benda-benda yang
ada disekitar dapat digunakan pula sebagai media pembelajaran, baik benda asli
maupun benda tiruan atau miniatur. Benda-benda ini dapat membantu proses
pembelajaran dengan baik terutama jika metode yang digunakan adalah metode
demonstrasi atau praktek lapangan.
SUMBER
- http://edu-articles.com/mengenal-media-pembelajaran/
- http://www.powerpoint-search.com/media-pembelajaran-pkn-ppt.html
- http://mjieschool.multiply.com/journal/item/23/Pemanfaatan_multimedia_untuk_pembelajaran_PKn
- http://mjieschool.multiply.com/journal/item/23/Pemanfaatan_multimedia_untuk_pembelajaran_PKn?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem


0 komentar: on "peningkatan Kualitas Pembelajaran Sejarah Menggunakan Metode Ceramah Dengan Media Audio Visual"
Posting Komentar